Perjalanan ke kampung inggris, Pare

Hallo
Today, i am going to tell you about Kampung Inggris.
Ya sebagian orang mengira kampung inggris ini WAH banget berekspetasi yang tinggi banget mengenai kampung ini. Ya seperti kita katakan ini tempat adalah kampung, seperti kampung biasa, namun dalam pikiran aku setelah pergi kesana ini tempat bukan kampung biasa, tapi kampung yang penuh kenangan, duka suka cita meraih impian bersama ada disini, akan ku ceritakan di paragraph selanjutnya..
Pada awalnya aku pergi ke kampung inggris bersekpetasi WAH sekali, “nanti setelah tiga bulan aku di kampung inggris aku akan lancar berbahasa inggris dengan lancar tanpa mikir vocabulary lagi, grammar lagi dan pasti aku bisa menguasai English” gumam ku dengan percaya diri sebelum aku berangkat.
Dahulu ketika awal oktober 2018 aku berangkat ke Kampung Inggris, dengan tanpa persiapan apapun, dengan bahasa inggris yang masih 0 banget belum tau sama sekali apapun, walaupun ketika sekolah menengah aku pernah memperlajari di kursusan tempat aku tinggal namun sewaktu kuliah aku sama sekali tidak mengenal English sama sekali, masa bodo sama grammar.

Awal datang ke pare.
Pare....
Kampung Inggris..
Ini tempat belajar aku selanjutnya setelah aku menyelesaikan studi sarjana pendidikan aku di Universitas Bengkulu. Ini bukan tantangan yang mudah akan aku jalani, karna kala dahulu aku tinggal dengan orang tua yang tanpa melihat apapun aku bisa makan apa saja, nah ditempat ini aku akan berekperimen lebih dari biasanya.
Pertama aku datang ke tempat kursusan ku, tepat di depan office nya, kala itu magrib sudah tiba pada akhirnya aku mengikuti administrasi pada besok hari nya, aku sekamar dengan teman satu orang yang sudah lebih dulu dari aku, dan satu orang lagi dia new student same as me disini. Aku banyak sekali bertanya tentang program apa yang ingin dia ambil dan apa rencana program yang aku ingin ambil. Sebelum kesini aku sudah melihat apa-apa saja program yang ada di kursusan ini, salah satu yang ingin aku ambil adalah program Collaboration because i dont have basic of English, so i was started by Foundation program, karna aku gak mau masuk kelas yang sangat basic banget, yang ternyata basicnya pun sudah tinggi (my opinion). Namun setelah aku menjalani keras nya hidup disini, bangun jam 3.30 untuk mandi terus sholat subuh, terus jam 5.30 masuk kelas memorizing, tipe aku adalah orang yang susah banget menghafal apalagi mengenai bahasa inggris yang tiba-tiba langsung banyak hafalannya kaya conversation. Bener-bener cultur shock ketika masuk kesini.

Aku Kaget.
Bangun pagi dini hari, ngantri untuk mandi dan wudhu, lalu menghapal, pukul 5.30 setor hapalan di kelas, lanjut conversation class, driling class, writing, and speaking sampai sore kemungkinan jam 17.30. Lalu malam lanjut lagi pukul 19.30 MMC (Multimedia Class) ya yang kerjaannya refreshing nanyi-nyanyi, dancing, nonton film sampe tertidur dan terbangun ketika film selesai, lalu pukul jam 10 malam pulang ke dormitory masing-masing, mempersiapkan memorizing untuk besok, dan mengulang lagi pagi bangun pagi seperti yang sudah dijelaskan LOL.
Kaget? Jelas dengan tugas yang lumayan banyak, masuk kelas gak boleh telat, gak buat tugas di hukum, dan mau keluar dari tempat course dilarang jika tidak ada izin yang jelas. Huh sungguh membuatku terkekang untuk beberapa hari disini, tapi aku menjadi terbiasa akan kebiasaan seperti ini, bangun pagi yang tak pernah kesiangan, masuk kelas terus, tepat waktu, disiplin ngumpulin tugas, gak pernah masuk ruang punishment room walaupun sering dapat reward (tugs tambahan) karna aku susah mengahapal jadi jarang aku hapal full kalo tidak di ulang-ulang dan di lanjutkan oleh tutor disana. Dulu aku pernah ke kediri tanpa izin (jangan di ikuti ya) ya aku kira gak papa ternyata aturan di tempat kursusan pertama aku ini gak boleh keluar dari kampung inggris tanpa ijin, aku kaget, banyak yg nanya “kok kamu ke kediri diem-diem?” dengan santai aku menjawab “temen aku ngajakin, ya aku ikut” ternyata gak boleeeeh guysss, aku udah panik, hubungi kakak senior yang dulu pernah disini (kak alfian) dia bilang “iya gak boleh tik tapi santai aja, kalo ditanya bilang kgak tau” makin panik, tapi alhamdulillah gak ketahuan sm mizu mozel disana, pun ketahuan siap deh jawab apa aja LOL. Setelah itu aku gak ngapa-ngapain Cuma belajar masuk kelas ikuti kata mizu mozel deh.
Nah mungkin cuma di kursusan pertama aku ini yang belajar English sambil ngadain acara sosial kya charity, kegiatan family day, masak bersama, makan bareng, nanyi bareng, refresing bareng. Oh yaaa... sampe lupa kalo disini tuh yang namanya mandi dan tidur adalah mustahil LOL.
Mengapa bisa mustahil????? Ya pikiiiiir aja, masuk kelas pagi pagi banget, belum hapalan, belum ini itu, waaah berabe daah. Mau coba? Yakiiiin??? Are you readyyyy??? LOL
Nah ketika aku sudah masuk kelas yang grade nya sangat tinggi disana, scoring IELTS tiap hari woiiii, yaaaa sempat down, sempat sakit malah, beruntungnya aku punya mizu dan mozen sekaligus teman teman disana yang sangat peduli banget sama aku. Dikala down memang gak paham apa-apa, terkadang juga nangis tanpa disadari. Memang perjuangan aku selama di TEST English School luar biasa, harus kuat fisik, pikiran. But i have many experiences from here, ya aku bangga bisa berada dikelilingi oleh orang orang hebat seperti mereka, mozel iin yang sudah di aussie melajutkan master degree nya, ketemu teman teman aktivis kampus kya chieff faisal, kak novi, kak ayi, bahkan sekelas sama artis LOL kak mounda.
Teman Sekamar..
Sebenarnya apa yaaa, Cuma pen ceritain mereka aja.
Aku satu kamar dengan kak ayi yang super duper rajin dan pembersih banget, dia selalu ingetin aku dan temen temen satu kamar buat selalu rapi dan bersih dikamar, first impresion ke dia aku salut sama wanita ini, wanita yang kuat banget tanpa peduli ocehan orang yang terpenting dia sudah melakukan yang terbaik buat orang dan tidak merugikan orang lain. Aktif organisasi? Jelas donggg, dia juga yang ngajarin aku banyak hal, dan selalu bilang gini “tika jangan manja ya kalo sudah di ratauan, harus berani dan jangan pernah takut, ingat kita tidak sendiri, kita punya Allah yang punya segalanya” omeeyygaaattt ini kak ayi baik bnget, masih ada juga yang sia sia in beliau. Ohya kita juga sering sharing-sharing pengalaman, dan tukar pikiran dia mah anak psikologi dan suka banget sama membaca, so i feel comfort to her. Semoga lekas menemukan jodoh ya kak. Amiiin heheee

Environment di Pare

Menurut aku environment di pare itu mendukung banget, tergantung kita ready or no nya berada di sana. Daaan harus pinter-pinter cari tempat kursus yag sesuai denga basic english masing-masing. Dan kita sendiri yang tau kebutuhan kita apa. Kalo aku sendiri sih memang dulu awalnya butuh IELTS dan aku belum sama sekali memahami grammar dan sebagainya, menurutku wajar kaget karena memang belum ada basic sebelumnya. Kalo temen-temen mau kesana saran aku si pilih kursusan sesuai dengan keinginan dan sesuaikan basicnya sampai mana.
Dan mengenai waktu jika kalian memang bersungguh-sungguh 6-12 bulan itu puasin untuk belajar bahasa inggris dan pahami betul-betul english itu seperti apa. Biaya? Wah tentu biaya tidak sedikit dari yang dikeluarkan, namun jika bersungguh-sungguh itu bakalah balik modal jika memang sangat meluangkan waktu sebebasnya untuk belajar, bukan berrarti dibawah 6bulan gak bisa ahli dalam bahasa inggris. It depens on kalian lagi, jika dalam sehari tidur hanya 4 jam dan belajar bahasa inggris selama 15jam perhari udah sudah luar biasa cukup, belajar listening, reading, writing dan speaking. Namun, harus serius ya, jangan banyak mainnya wkwk. Coba deh hitung brpa waktu belajar sama istirahat, inget ya harus bener2 patuh sama jadwal yang sudah dibuat jangan lalai dengan target.
(bersambung.........)


Komentar