Karena Cinta, Aku........



“sunrise nya bagus ya” aku berucap dgn spontan
“iya bagus banget (sambil foto-foto in sunrise )” wanita berkacamata saut akan cakap ku
“kamu pinter ngambil gambar, coba lihat”  lihat kamera barengan
“hmm, gak kok baru belajar” jawab ny dgn cuek
“Kamu suka sunrise ?” tanya ku
“suka” jawab nya dgn singkat
“aku juga suka” jawab ku dgn riang berharap ia menjawab dgn beberapa kalimat
“oh” jawab singkat

Nama ku Feto Michael, biasanya di panggil Tomi, anak bungsu dari keluarga yang sederhana kata orang sih baik, mudah bergaul dgn orang banyak, dan ramah. Aku adalah mahasiswa di salah satu universitas di bengkulu, aku dikenal sebagai lelaki yang aktif organisasi, mampu memimpin dengan baik, berorasi dan menyampaikan aspirasi rakyat di depan masyarakat terbuka, juga mampu mengayomi junior  yg masih belajar dalam beorganisasi. Sosok lelaki yang ingin berubah menjadi lebih baik, aku sekarang menginjak semester akhir di perkuliahan, dengan berbagai problem untuk menyusun skripsi aku pun mampu kuat hingga sekarang menginjak smster 10 belum juga slesai penelitian ku
Setiap melangkah setiap berjalan ke perpus, ke gedung dekanat maupun ke gedung PKM bertemu dengan junior junior yg selalu menanyakan hal yg serupa seperti “gimana kak skripsi nya?” “kapan diwisudah kak?” hingga telinga ini panas mendengar pertanyaan itu..
Penelitian pun hingga kini belum usai aku kerjakan, banyak sekali rintangan yg aku hadapi, dari soal pembimbing yg banyak mau nya, hingga soal asmara ku yg tak karuan..
Pada suatu hari aku tergabung kembali dalam kepanitiaan organisasi yg aku ikuti waktu semester muda dlu, maklum lah dari face pun kelihatan muda walau umur ku jauh diatas mereka” jadi tak heran jika orang melihat aku masih tergabung dalam organisasi itu (lagi) ..
Hmmm, tahun ajaran baru ini yg seharusnya aku di wisuda malah aku terlihat sibuk organisasi, padahal tidak lagi tergabung dalam kepengurusan orgnisasi tersebut, walau 3 tahun berturut-turut aku sangat berkontribusi penuh dan tetap setia disini, membimbing adik-adik junior agar tak salah arah..
Aku masuk kepanitiaan acara Pelatihan Kepemimpinan Organisasi, lagi lagi dan lagi di panggil dgn junior “assalamualaikum kak, pesan penginapan dmana ya kak?” “pesan ini itu dimana ya kak” hmm, menjadi sosok kakak senior dan bisa dibilang sesepuh karena belum di wisudah hingga skrg akan menjadi tempat adik adik bertanya, dan akan memberikan solusi yg sangat efektif untuk mereka lakukan, ia mereka lah yg menjadi penerus aku dan teman-teman seangkatan ku ditahun kedepan nanti..
Wanita kecil, berjilbab dgn polosnya menghampiri ku setelah seusai seminar kepemimpinan itu
“kak semester berapa kak ? “ sambil berjalan arah keluar aula..
“semester akhir dek, hehe” jawab ku dgn santai
“ohh, smster akhir”
“adik semster brpa?” tnya ku dgn pertnyaan yg serupa dgn nya
“aku kak? Smster 3” jawab dgn polos
“oh ya dek, sholat gih, udah dzuhur” sambil mengantarkan ia  k parkiran
“oke deh kak”
Setelah usai seminar, aku dan teman dalam kepanitian itu mempersiapkan tempat penginapan/asrama yang akan di lakukan nya pelatihan dan pendidikan kepemimpinan selama 4hari..

Aku menghubungi wanita kecil berkacamata itu berdua dengan teman nya karena ia survey tepat penginapan berbeda loksasi,
“assalamulaikum dek, ini kak tomi, dimana skrg dek? Penginapan nya udah dapat dan sudah fix dek” tanya ku dengan cemas
Tanpa ada balasan..
Aku pun langsung menelpon nya..
“hallo, assalamualaikum Riva, ini kak tomi, penginapan udah fix dek, langsung prepare ke lokasi nanti ya ya Riri” ucapku dengan santai
“walaikumsalam, iya kak” jawab nya dgn spontan
Jarum jam menunjukkan pukul 14.00 yang artinya peserta dan panitia harus ada dilokasi penginapan dan menyiapkan agenda sore ini dan malam nanti..
Dringg dringg..
Pesan dari Riri pun tiba.
“assalamualaikum kak, dimana skrg kak? Lokasi penginapan tepat nya dimana ya kak? Sesudah ashar aku kesana ya kak, maaf agak telat”
“walaikumsalam, iya dek gpp, di Tebeng dek, acara bentar lagi di mulai, sore ini akan di mulai, segera dtg ya” jawab ku
“hmm iya kak ok, terimakasih”
“sama siapa kesini Riri? Mau kakak jemput?” jawab ku dengan spontan ingin mengetes nya
“gak kak, Riri diantar sama ayah kak” jawab Riri dengan nada menolak
“oh yaudah gapapa ri” jawab ku dgn santai

Ashar pun tiba, aku dan panitia lainnya sholat ashar berjamaah di musholah..
Setelah ashar ngobrol berbagi cerita dengan adik adik peserta dan beberapa panitia, tiba tiba Riri datang, membawa tas koper nya ke kamar penginapan.
“hei Riri, sini kakak bantuin angkat” tegur ku yg ingin menolongnya
“hmm, iya kak, gausah kak, makasih” jawab nya dengan cuek
“jangan, kamu itu cewe, kakak aja yg ngangkat sampe depan kamar penginapan ya”  jawab aku dgn ikhlas menolongnya
“hmm yaudah deh kalo kakak memaksa hhehee”
Akupun langsung membantunya membawa koper pakaian ke depan kamar penginapan nya..
Singkat cerita aku dengan Riri pun berkomunikasi lancar, tetapi Riri agak cuek nanggepin aku, suka sama Riri? Ah tidak mungkin seorang pria pendek kecil seperti saya bisa disukai oleh Riri dengan muka imutnya berkacamata itu, ah tidak mungkin.
 Kita pun sholat bersama di musholat asrama, setiap pulang dari musholah tersebut selalu betemu..

Suatu ketika dua hari terakhir menuju usainya pelatihan kepemimpinan itu, aku pun selalu melihat kegiatan yg Riri lakukan, entah itu dari cara dia berbicara, makan, pasang sepatu dll, selalu aku perhatikan ..
“mbak, Riri mau jambu jg mbak” riri meminta tlg dgn seorang perempuan berpakaian santai itu
“nih Ri jambu nya” sambil memberikan jambu itu
“makasih mbak, hehee”
Tiba tiba aku datang, dan memberi saran pada Riri dan junior ku itu, jangan banyak banyak mkan jambu ya dik, nnti perut nya sakit..
Setelah makan jambu itu selama 10menit, perut Riri terasa perih..
“wah bahaya ini, elu sumpahin gue sakit perut kak?? Waahh” ucap Riri sambil kesal
“hmm gak kok Ri, kan, kakak udah bilang, jangan makan jambu banyak-banyak nnti perut nya sakit, makanya dengerin kata kakak”jawab ku dgn lantang
“ iya gausah di sumpahin gitu juga kali kak, nih akibatnya -_- “ Riri pun mulai tambah kesal
“iya kamu sih gak denger kata kakak”
Riri pun terdiam sejenak..
“hoi dek, kok diam?”tanya ku dgn cemas
“sakit tau!! “ jawab nya dgn nada kesakitan
“yaudah, ke kamar gih, istirahat, nnti kalo di panggil kakak izinin sama panitia absensi nya kalo kamu sedang sakit” jawab ku dgn perhatian
“iya” ucapku dgn cuek
“duh ini anak untung udah gue bantu, ga terimakasih pulak” dalam hati menggumam
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari terakhir pelatihan kepemimpinan, senengnya melihat para peserta puas dengan diadakan nya pelatihan kepemimpian tingkat nasional ini, dengan pemateri yg cukup handal dari khas bandung nya, dan mampu menarik perhatian peserta maupun panitia untuk mengundang kembali ke kota rafflesia ini
Hari terakhir ini dengan agenda field trip, peserta dan panitia pun pergi ke lokasi trip dengan bus universitas itu sendiri..
Sesampai ke lokasi trip dengan nama Long Beach Bengkulu (bahasa asingnya hehee :’D” aku pun langsung melihat Riri sibuk foto foto sunrise dgn kameranya..
Ternyata Riri menyukai sunrise dan sunset juga, aku menemukan teman sekaligus junior yg akrab dipanggil Riri, dengan jilbab syari’ nya dan kacamata nya yg membuat orang terpanah melihat wajah nya yg beseri itu.
Aku kagum dengan wanita itu, aku menyukai nya, dengan sholat tepat waktu yg membuat diri ini berubah ingin meniru nya sikap beliau, walau terlihat cuek, dan gak peduli dengan lelaki yg mendekatinya tapi dia sebenarnya tipe wanita yang penyayang..
Berusaha mendekatinya hingga sekarang, dan tiba saat nya nya sekarang aku menduduki semester 11 itu artinya aku akan menyelesaikan sidang yg menjadi syarat salah satu untuk diwisudah, aku menghubungi Riri, dengan mohon doa agar sidang ku lancar tanpa ada hambatan sedikit pun..
Alhamdulillah sidang lancar dengan nilai yang sangat memuaskan, tetapi satu hal yg membuat aku sedikit kecewa, wanita berkacamata itu tidak datang saat aku sidang, dan dia tidak melihat aku berhasil akan di wisuda menyelesaikan S1 di universitas yg selama ini mengajarkan ku banyak hal, dari aku pendiam tak banyak bicara hingga sekarang yg menjadi mahasiswa aktivis yang ngga bisa diam dan mampu mengajarkan junior2 bawahan ku dengan baik.
Kekecewaan itu pun tertutupi dengan aku mengungkapkan perasaan ku dengan Riri, aku pun jadi tambah semangat untuk merevisi skripsi yg ingin di cetak, iya walaupun Riri menolak ku secara halus, ia tidak mau berpacaran karena masih proses pemulihan dan perbaikan diri menjadi lebih baik katanya sih gituu, iya gapapa lah nama nya aja wanita ingin selalu dimengerti, hihii
Aku akan fokus dengan apa yg ada di depan mata ku sekarang, aku tidak akan kembali ke masa lalu yg membuat diri ini down dulu nya, iya April nanti aku di wisudah artinya aku sudah menyelesaikan amanah yg orang tua telah berikan pada ku, anak bungsu yg punya seorang kakak perempuan yang jauh disana telah menjadi hak orang lain, jujur aku rindu dengan kakak perempuan ku, ingin sekali bicara langsung dengan beliau bahwa adik satu satu nya ini telah menyelesaikan skripsi nya dan segera diwisudah, berharap sekali kakak, mama, papa bisa hadir dalam acara diwisuda nanti, semoga tanpa ada hambatan, oh ya satu lagi aku beraharap sekali Riri ingin mendampingi ku acara yudisium dan wisuda ku, semoga Riri tidak menolak ajakan ku..
Dihari bahagia itu..

Aku duduk dan di samping ku ada Riri dengan hijab pink nya berpenampilan rapi dan kacamata yg tak pernah lupa ia letakkan di kepala nya, sehingga membuat nya tambah cantik manis dan membuat pandangan ini tak mampu lepas melihatnya..
Iya walau Riri masih semester empat setidak nya aku sudah punya rancangan yg panjang setelah Riri menerima toga kedua kalinya..
Aku bangga punya mereka yg selalu menyemangati ku ketika aku lagi down, dan mereka mengetahui aku kapan aku butuh semangat lebih, iya mereka adalah bagian semangat ku selama ini, aku bisa karena sebagian dari ku milik mereka, punya mereka..
Orang tua yang mengajarkan ku ibadah setiap saat dan puasa sunnah senin kamis yg sering aku lakukan..
Riri yg selalu mengajarkan aku tepat waktu untuk sholat dan selalu beribadah
Teman-teman organisasi yang selalu menyemangati aku untuk menyelesaikan skripsku
Serta teman-teman lain nya yg mengenali diri ini,
Mereka lah semangat ku selama ini.

Menjadi aktivis kampus itu banyak sekali yg dapat ambil dari pengalaman, ilmu yg menonjol, semua bisa kita ambil dan banyak sekali positif nya,
Dan sekarang aku pergi ke pulau serbang untuk mencari sesuap nasi dan insyaallah akan menjalani jenjang pendidikan selanjutnya dan akan menerima toga kedua kalinya.
Riri tunggu aku, setelah mapan, setelah aku mendapatkan kerja yang tetap aku akan melamarmu, akan memenuhi kehendak mu. Aku menyayangimu Riri,dan  itu fakta J

--- Selesai ----


Since, 2015

Komentar