Iya 2015

2015
Iya tahun 2015..
Ditahun ini banyak sekali kenangan, kerinduan hingga harapan..
2015 dimana aku mulai bangkit dari terpurukan yang ada, dari kekecewaan hingga penyesalan..
Tangis tawa lah yang menyelimuti hari-hari ku ditahun 2015 ..
Awal 2015 memasuki jejak semster dua, dan aku harus bangkit harus bisa setara bahkan harus lebih dengan teman-teman yang lain. Ingat sekali dengan kata-kata ini  “jadi lah pembeda”
Memang banyak cacian bahkan hinaan yang aku terima, tapi no problem semua membuat diri ini bangkit kembali..
Mengikuti agenda agenda kampus seperti seminar seminar nasional yang menambah semangat ini agar semakin membara.
Mengikuti beberapa organisasi dan semua nya harus aktif, dan mencoba mengikuti lomba menulis tingkat sefakultas, universitas hingga nasional. Iya walaupun hasilnya tidak terlalu baik, tetapi setidak nya sudah merasakan rasa mencoba dan gagal itu seperti apa . “gagal adalah keberhasilan yang tertunda” hahahaa
Banyak orang yang tidak tau apa yang aku lakukan diluar, banyak orang yang hanya bisa menjudge saja, tidak tau real nya kehidupan ku seperti apa.
Pengalaman, kerja sama yang kuat, menangis bersama ketika semua nya tak mampu menguatkan, kekecewaan yang selalu menyelimuti, tawa mereka yang membuat hati ini tenang, nasehat nasehat yang membuat hati ini luluh, kebersamaan yang indah hingga ada yang berkata “jumat sore membuat ketakutan tiba, air mata pun mengalir tanpa tersadarkan”, manja nya anak didik yg membuat diri ini tertawa dan tak sedikit pula membuat kesal..
Berada di ruang lingkup orang-orang terhebat dikampus, membuat diri ini akan selalu ingin mencoba segala hal, apapun bentuk nya, mencoba adalah hal yang sangat indah ternyata, salah satu nya menulis, iya menulis? Siapa sih yang ngga bisa menulis ? aku dulu ngga bisa sama sekali menulis apapun yg dirasakan, jadi semua peristiwa dan kejadian yang ada ckup di ingat saja, dan hanya menjadi kenangan semata doang..
Akhir 2015, tepat nya desember ..
Desember.  Iya desember..
Jangan tanyakan mengapa aku suka desember ?
Terlalu banyak jawaban yang harus aku jawab..
Dan terlalu indah ketika aku ungkapkan semua nya..
Desember di mana kita akan menutup lebar akhir tahun dan kita akan membuka buku nan bersih itu untuk ku tulis ditahun selanjutnya.
Desember, dimana kenangan yang tidak ku sukai aku lupakan begitu saja, dan mereka yang ada dikehidupan ku dari awal maupun di akhir akhir ini akan selalu ku kenang..
Aku  suka desember..
Dimana orang orang terdekat memanjatkan doa harapan nya untuk ku di tulisan kertas putih itu dan berdoa besama-sama dengan kue yg mereka berikan..
Tuhan, beri aku kesempatan untuk membahagiakan orangtua ku hingga di desember desember selanjutnya ..

Kan~




Komentar